Minggu, 05 April 2009

Akhlaq

ADAB BERGAUL
Menghormati dan patuh pada kedua orangtua: menjelaskan tentang jasa ibu bapak, misalnya, ibu yang sudah mengandung, melahirkan dan membesarkan, mendidik kita dengan baik sedangkan jasa bapak yang bersusah payah mencari nafkah buat keperluan keluarga tanpa sedikitpun meminta balasan. Dan dijelaskan cara berbakti kepada kedua orangtua yaitu dengan selalu mendo'akan kedua orangtua dan berbuat baik kepada keduanya.

Mengapa kita mesti berbakti kepada kedua orangtua: Karena jasa keduanya tiada terkira, ini merupakan amalan yang sangat disukai oleh Allah, kita akan mendapat jaminan surga, Hadist Rosulullah yang artinya Surga itu terletak di bawah telapak kaki ibu. (HR. Ahmad).

Menyayangi saudara (teman, anak yang lebih kecil dan orang yang lebih tua) saling membantu saudara yang sedang dalam kesusuhan, menghormati yang lebih tua dan bersikap lemah lembut pada mereka.

SIFAT PEMURAH
Dapat diambil dari cerita Rosulullah SAW. : Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW. pergi ke pasar. Beliau hendak membeli makanan, ketika dalam perjalanan, beliau bertemu seorang lelaki tua, lelaki itu memakai pakaian yang koyak. Rosul SAW. merasa kasihan lalu memberinya uang. Sampai di pasar, Rosul melihat anak kecil yang sedang menangis karena kelaparan, Rosul pun memberikan uang kepada anak tersebut. Nabi Muhammad sangat pemurah, kita mesti mencontoh sifat pemurah dari Nabi Muhammad SAW. Mari kita bersholawat kepada junjungan kita ini.

SIFAT PENYAYANG
Dapat diambil dari cerita Rosulullah SAW. : Rosulullah memiliki seseorang tetangga, yang hampir setiap hari apabila Rosul lewat selalu dilempari dengan kotoran, dan setiap hari pula sang putri kesayangan Fatimah ra. menangis sambil membersihkan kotoran yang menempel di kepala sang ayah. Dengan perlakuan seperti ini Rosul selalu bersabar dan tidak membalas perbuatan jahat ini. Sampai pada suatu hari Rosul lewat di depan rumah tetangganya tersebut, akan tetapi Rosul tidak melihat sang tetangga yang suka melemparkan kotoran ke tubuh Rosul, sampai beberapa hari kejadian ini berlangsung.

Kemudian Rosul menanyakan kepada tetangga yang lainnya, kemana perginya orang yang suka melemparkan kotoran ke tubuhnya, ternyata orang tersebut dalam keadaan sakit. Kemudian setelah mendengar berita itu Rosul langsung membesuk/mengunjungi tetangganya tersebut sambil mendo'akan buat kesembuhannya serta memafkan perbuatannya. Akhirnya tetangga tersebut menangis tersedu-sedu dan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali. Dari cerita ini dapat diambil ibroh: sifat penyayang dan pemaafnya Rosul walaupun ia sudah disakiti.
SIFAT SOMBONG
Dapat diambil dari cerita Qorun (Qs. 28: 76-82).
Qorun adalah termasuk kaum Nabi Musa A.S., ia adalah orang yang kaya raya tetapi kemudian diazab Allah karena kesombongannya. Pada mulanya Qorun adalah seorang yang miskin tetapi taat beribadah. Ia memiliki ilmu dengan keahliannya itu akhirnya Qorun yang miskin menjadi kaya raya. Celakanya, setelah Qorun menjadi kaya ia sombong dan lupa kepada asal usulnya yang dulu miskin itu. Ia tidak mau lagi mengeluarkan zakat untuk kepentingan fakir miskin dan kepentingan sosial lainnya. Bahkan sebagai orang kaya raya ia berlagak sebagai raja lengkap dengan segala pengawal dan inangnya (Qs. 28: 79). Ia bersikap tamak dan aniaya. Sudah banyak kaumnya yang memperingatkan Qorun, tetapi dia sudah terlanjur gila dengan harta kekayaannya.

Karena tidak bisa lagi dinasihati, Allah berkata,gJanganlah engkau terlalu congkak. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri dan sombong. Dan carilah apa saja yang dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagian) di akhirat, tetapi jangan melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.h (Qs. 28: 76-77). Terhadap peringatan Allah itu Qorun hanya menjawab,hSesungguhnya aku diberi harta itu karena ilmuku yang kumilikih katanya.
Bertambah congkaklah Qorun sekarang. Dia keluar dari kaumnya dan menyatakan diri sebagai raja. Ia mengangkat beberapa pengawal dan hamba sahaya serta inang pengasuh untuk memamerkan kekayaannya. Beberapa kaum yang tergiur dengan harta kekayaan Qorun berharap semoga diberi kekayaan seperti Qorun sebagai orang yang dianggap paling beruntung di dunia.

Sementara kaum yang beriman dan berilmu, mencibirkan sikap Qorun yang congkak itu, dengan kecelakaan besar bagimu Qorun. Pahala Allah jauh lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Dan orang tak akan memperoleh pahala itu kecuali orang yang sabar.
Benar juga karena kecongkakannya Qorun sudah melewati batas, Allah lalu mendatangkan azabnya untuk mengakhiri kesombongannya sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, maka Kami benamkan Qorun beserta rumahnya ke dalam bumi, tidak ada baginya suatu golongan pun yang bisa menolongnya terhadap azab Allah. Dan tiadalah ia termasuk orang-orang yang dapat membela dirinya. (Qs. 28: 81).
Sumber: http://www.geocities.com/tpaalhijrah_fukuoka/

0 komentar:

Posting Komentar

 
;