Minggu, 05 April 2009 0 komentar

Wakaf Lazim

Wakaf menurut etimologi berarti berhenti/menahan. Menurut istilah tajwid berarti memutuskan suara di akhir kata untuk bernafas sejenak dengan niat meneruskan bacaan selanjutnya. 

Wakaf Lazim (harus), yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taam (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tandanya:( م ). Contoh ayat : Al Baqarah : 26
0 komentar

Wakaf Kafi

Wakaf Ja'iz (boleh), yaitu bacaan yang boleh washal (disambung) atau wakaf (berhenti).Wakaf jenis ini terbagi dua, yaitu yang terkadang disambung lebih baik dan yang terkadang berhenti lebih baik.

Wakaf Jaiz terbagi menjadi 3 :

Wakaf Kafi (cukup), yaitu bacaan yang boleh washal atau wakaf, akan tetapi wakaf lebih baik daripada washal. Dinamakan kafi karena berhenti di tempat itu dianggap cukup tidak membutuhkan kalimat sesudahnya sebab secara lafal sudah tidak ada kaitannya. Tandanya:( قلي ). Contoh ayat : Al Baqarah : 205
0 komentar

Wakaf Jaiz

Wakaf Jaiz 

Wakaf Tasawi (sama), yaitu tempat berhenti yang sama hukumnya antara wakaf dan washal. Tandanya:( ج ). Contoh Ayat An Nisaa' : 12
0 komentar

Adab membaca Al-Qur'an

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Terjemahan : atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-laha.

Tafsir Ibn Katsir Dari Anas bin Malik ra: tartil ialah memanjangkan mad. Dari Ummu Salamah ra," bacaan tartil ialah membaca ayat demi ayat (Baca dan Waqaf). Dari Al-Barra' bin 'Aazib ra, "hiasilah Al-Qur'an dgn suaramu." (Bukhari-Muslim) "Bukanlah dari kami yang tidak melagukan Al-Qur'an" (Bukhari-Abu Daud-Ahmad-Darimi) 

Maksud 'yataghanna' (berlagu) itu ialah bukan alghina' (seni suara dan nyanyian) Kata Sufyan bin Uyainah sebagaimana yang dikhabarkan oleh Imam Ahmad dan Abu Daud, Al-Qur'an tidak memerlukan irama lagu dan nyanyian. Kata pula alImam Asy-Syafi'iy ra," maksud yataghanna ialah " meninggikan suara ketika membaca Al-Qur'an" (dari Ibn Abi Dunya)

Kata Syaykhul Islam Ibn Hajar alHaithami (Kaff al Ri'a':18) " Fasiq hukumnya jika membaca berlagu dgn menambah huruf atau mengurangi huruf atau menghiasinya." Kata Imam Ahmad ibn Hanbal ra," membaca Al-Qur'an dengan tabi'at alghina' (irama lagu dan nyanyian) adalah perkara baru (bid'ah), melainkan ia mengikut tabi'at Abu Musa Al-Asy'ari) (Ibn Abi Dunya, Damm alMalahi) 

Rumusan: Maksud lagu yang benar ialah membaca mengikut hukum tajwid yang betul dan suara yang baik. Bukan secara alghina' yakni secara qasidah dan lagu/tabi'at kedaerahan karena ia merusak/menambah/ mengurangkan huruf2 Al-Qur'an. Sumber : Al Ahkam.net
0 komentar

Wakaf Hasan

Wakaf Hasan

Wakaf Hasan (baik), yaitu bacaan yang boleh washal atau wakaf, akan tetapi washal lebih baik dari wakaf. Dinamakan hasan (baik) karena berhenti di tempat itu sudah baik. Tandanya:( صلي ). 

Contoh - ayat : Al Maidah, 8 
0 komentar

Defisini Al Qur'an

Al-Qur'an (ejaan KBBI: Al-Qur'an dalam bahasa Arab قُرْآن) adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam memercayai bahwa Al-Qur'an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad sholallaahu 'alaihi wassalam melalui perantaraan Malaikat Jibril. 

 Ditinjau dari segi kebahasaan (etimologi), Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca. Konsep pemakaian kata ini dapat juga dijumpai pada salah satu surat Al-Qur'an sendiri yakni pada ayat 17 dan 18 Surah Al-Qiyamah yang artinya: “Sesungguhnya mengumpulkan Al-Qur’an (di dalam dadamu) dan (menetapkan) bacaannya (pada lidahmu) itu adalah tanggungan Kami. (Karena itu,) jika Kami telah membacakannya, hendaklah kamu ikuti {amalkan} bacaannya”.(75:17-75:18) 

Dalam Al-Qur'an sendiri terdapat beberapa ayat yang menyertakan nama lain yang digunakan untuk merujuk kepada Al-Qur'an itu sendiri. Berikut adalah nama-nama tersebut dan ayat yang mencantumkannya: 
  • Al-Kitab, QS(2:2), QS (44:2) 
  • Al-Furqan (pembeda benar salah): QS(25:1) 
  • Adz-Dzikr (pemberi peringatan): QS(15:9) 
  • Al-Mau'idhah (pelajaran/nasehat): QS(10:57) 
  • Al-Hukm (peraturan/hukum): QS(13:37) 
  • Al-Hikmah (kebijaksanaan): QS(17:39) 
  • Asy-Syifa' (obat/penyembuh): QS(10:57), QS(17:82) 
  • Al-Huda (petunjuk): QS(72:13), QS(9:33) 
  • At-Tanzil (yang diturunkan): QS(26:192) 
  • Ar-Rahmat (karunia): QS(27:77) 
  • Ar-Ruh (ruh): QS(42:52) 
  • Al-Bayan (penerang): QS(3:138) 
  • Al-Kalam (ucapan/firman): QS(9:6) 
  • Al-Busyra (kabar gembira): QS(16:102) 
  • An-Nur (cahaya): QS(4:174) 
  • Al-Basha'ir (pedoman): QS(45:20) 
  • Al-Balagh (penyampaian/kabar) QS(14:52) 
  • Al-Qaul (perkataan/ucapan) QS(28:51) 
Surat, ayat dan ruku' Al-Qur'an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al Kautsar dan Al-‘Așr. Total jumlah ayat dalam Al-Qur'an mencapai 6236 ayat di mana jumlah ini dapat bervariasi menurut pendapat tertentu namun bukan disebabkan perbedaan isi melainkan karena cara/aturan menghitung yang diterapkan. Surat-surat yang panjang terbagi lagi atas sub bagian lagi yang disebut ruku' yang membahas tema atau topik tertentu.
Rabu, 01 April 2009 0 komentar

Huruf Hijaiyah



 


 
;