Senin, 11 Januari 2010 0 komentar

Terjemahan Doa Akasyah

Dengan Asma' Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih.Ya Allah, tetapkanlah shalawat dan salam atas junjungan kami Nabi Muhammad, Keluarga dan shahabat-shahabat beliau.


Dengan Asma' Allah yang menyinari sinar diatas sinar, Segala puji bagi Allah Pencipta nur dan menurunkan kitab Taurat diatas gunung Thurdi dalam kitab yang tertulis, Segala Puji bagi Allah Yang Disebut kaya dengan kemulyaan dan keagungan yang dikenal dan atas senang dan susah yang disyukuri dan segala puji bagi Allah yang menciptakan langit dan bumi dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir kepada Tuhannya dan berpaling.

Kaf Ha Ya 'Ain Shaad, Ha Mim 'Ain Sin Qaf, hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan memohon pertolongan, hai Dzat Yang Hidup Tegak Kokoh, Allah Yang sangat belas kasihan kepada hamba-Nya memberi rizki kepada siapa saja yang dia kehendaki, Dia sangat kuat dan mulia, hai Dzat Yang mencukupi segala sesuatu, cukupilah aku dan palingkanlah dariku segala sesuatu dengan kekuasaanMu yang baik, bahwasanya Engkau berkuasa atas segala-galanya.

Ya Allah, Dzat Yang banyak pemberiannya dan Yang selalu bertemu, Yang bagus perbuatannya, Pemberi rizki hamba-hambaNya pada setiap keadaan, hai Dzat Pencipta pertama kali dengan tidak melalui contoh, hai Dzat yang langgeng, yang tidak akan binasa, selamatkanlah kami dari kufur dan tersesat dengan : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya kufur/rasa bimbang dan ragu masuk dalam keimananku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya kufur masuk kedalam keislamanku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya rasa bimbang dan ragu masuk ke dalam ketauhidanku terhadap Engkau, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya rasa sombong, takabur,riya' dan sum'ah / menonjolkan diri dan kekurangan di dalam amal perbuatanku bagi Engkau masuk ke dalam hatiku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya sifat dusta, pengumpat, mengadu domba dan pembohong berjalan pada mulutku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya di dalam hatiku terlintas rasa was-was sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya rasa penyerupaan dan lalai masuk ke dalam ma'rifatku kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya rasa nifak, dosa-dosa besar dan kecil masuk ke dalam hatiku maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, seandainya sifat riya' masuk ke dalam amal perbuatanku dan perkataanku sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, kejahatan-kejahatan yang telah aku perbuat sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, kebaikan-kebaikan yang Engkau kehendaki bagiku, lalu aku tidak dapat mensyukuri sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, hal-hal yang telah Engkau takdirkan kepadaku, lalu aku tidak bergembira atau tidak menerimakannya sedang aku tidak tahu atau tahu, maka bertaubatlah aku dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadaku, lalu aku salah gunakan, durhaka kepadamu sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, kenikmatan-kenikmatan yang telah Engkau kuasakan kepadaku, lalu aku tidak bersyukur kepada Engkau sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, kebaikan-kebaikan yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku tidak memujiMu, sedang aku tidak tahu atau tahu, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, berfikir dalam kekuasaanMu yang Engkau ciptakan terhadapku, lalu aku menutup mata, sedang aku mengetahui atau tidak, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, perbuatan-perbuatan yang aku lakukan sepanjang umurku, lalu Engkau tidak ridha, sedang aku mengerti atau tidak, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, amal perbuatanku yang Engkau perpendek di dalam mengharap-harap rahmatMu, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, jika aku bergantung kepada selain Engkau di dalam menghadapi kepayahan-kepayahan, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, jika aku memohon pertolongan kepada selain Engkau, dalam kecelakaan dan bahaya, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, urusan-urusanku yang telah Engkau baguskan dengan anugerah Engkau dan pandanganku salah, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, jika aku tegelincir menyimpang dari jalan lurus (shirat), karena memohon kepada selain Engkau, sedang aku tidak mengerti atau mengerti, maka aku bertaubat dan berserah diri dengan mengucap : La ila ha illallah Muhammadur Rasulullah SAW.

Ya Allah, Yang Hidup tegak kokoh, Yang memiliki rahmat dan banyak anugerahNya, banyak memberi dan Pemilik kerajaan, Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, maha suci Engkau, bahwasanya aku menganiaya diri sendiri, (firman Allah) : "Lalu Kami kabulkan dan Kami selamatkan dia dari kesusahan, demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang beriman"

Zakariya ketika menyeru tuhannya, ya Tuhanku: "Janganlah Engkau tinggalkan aku sendiri, Engkaulah waris yang paling baik".

Ya Allah, dengan hak La ila ha illallah dan kemuliaannya, hak kursi dan keluasannya, hak 'Arsy dan keagungannya, hak kalam dan berjalannya, hak Lauh Mahfudh dan penjaga-penjaganya, hak Timbangan (Mizan) dan dua matanya, hak Shirat dan kelembutannya, dengan hak Jibril dan kejujurannya, hak Mikail dan belas kasihnya, hak Israfil dan terompetnya, hak Izrail dan terpilihnya, hak Ridlwan dan surganya, hak Malik dan nerakanya, hak Adam dan terpilihnya, hak Ibrahim dan terpilihnya sebagai khalilullah, hak Ishak dan keagamaannya, hak Isma'il dan disembelihnya, hak Ya'kub dan kedukaannya, hak Yusuf dan terasingnya, hak Musa dan ayat-ayatnya, hak Harun dan kehormatannya, hak Hud dan kewibawaannya, hak Shaleh dan untanya, hak Luth dan pemikirannya, hak Yunus dan ajakannya, hak Danial dan kerahmatnya, hak Zakariya dan kesuciannya, hak Isa dan kejiwaannya dan dengan hak Muhammad yang terpilih menjadi kekasihNya dan dengan syafa'at 'Udhmanya SAW.

Ya Allah, Yang Hidup, tidak ada Tuhan yang lain kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, bahwasanya aku termasuk orang-orang yang menganiaya diri, (Firman Allah); Lalu kami mengabulkannya dan menyelamatkannya dari kesusahan, demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Allah, kepadaNya aku bertawakkal, Dia pengurus 'Arsy yang Agung. Allah-lah yang mencukupi aku, sebaik-baik Pelindung, Pengurus dan Penolong. Tidak ada daya kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Agung.

Ya Tuhan kami, berilah kebaikan kepada kami di dunia dan akherat, serta peliharalah kami dari siksa api neraka. Shalawat Allah tetapkanlah kepada sebaik-baik makhlukNya, cahaya 'ArsyNya yaitu junjungan kami , Nabi dan pemberi syafaat bagi kami Muhammad SAW, keluarga dan para sahabat beliau semua dengan rahmatMu hai Dzat Yang paling belas kasihan. Amin (Semoga Allah mengabulkan permohona kami ini, hai Dzat yang mengurus alam semesta).
Senin, 28 Desember 2009 0 komentar

Nama-nama Surat Al Qur'an (1).

Nama-nama Surat Berdasarkan Urutan Turunnya.


a. Makkiyah.

Al-’Alaq, Al-Qalam, Al-Muzammil, Al-Muddatstsir, Al-Fatihah, Al-Masad (Al-Lahab), At-Takwir, Al-A'la, Al-Lail, Al-Fajr, Adh-Dhuha, Alam Nasyrah (Al-Insyirah), Al-’Ashr, Al-’Adiyat, Al-Kautsar, At-Takatsur, Al-Ma'un, Al-Kafirun, Al-Fil, Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlas, An-Najm, Abasa, Al-Qadar, Asy-Syamsu, Al-Buruj, At-Tin, Al-Quraisy, Al-Qari'ah, Al-Qiyamah, Al-Humazah, Al-Mursalah, Qaf, Al-Balad, Ath-Thariq, Al-Qamar, Shad, Al-A'raf, Al-Jin, Yasin, Al-furqan, Fathir, Maryam, Thaha, Al-Waqi'ah, Asy-Syu'ara, An-Naml, Al-Qashash, Al-Isra, Yunus, Hud, Yusuf, Al-Hijr, Al-An'am, Ash-Shaffat, Lukman, Saba', Az-Zumar, Ghafir, Fushshilat, Asy-Syura, Az-Zukhruf, Ad-Dukhan, Al-Jatsiyah, Al-Ahqaf, Adz-Dzariyah, Al-Ghasyiah, Al-Kahf, An-Nahl, Nuh, Ibrahim, Al-Anbiya, Al-Mu'minun, As-Sajdah, Ath-Thur, Al-Mulk, Al-Haqqah, Al-Ma'arij, An-Naba', An-Nazi'at, Al-Infithar, Al-Insyiqaq, Ar-Rum, Al-Ankabut, Al-Muthaffifin, Az-Zalzalah, Ar-Ra'd, Ar-Rahman, Al-Insan, Al-Bayyinah.

Turunnya surah-surah Makkiyyah lamanya 12 tahun, 5 bulan, 13 hari, dimulai pada 17 Ramadhan 40 tahun usia Nabi. ( Febr.610 M ).


b. Madaniyyah.

Al-Baqarah, Al-Anfal, Ali-Imran, Al-Ahzab, Al-Mumtahanah, An-Nisa', Al-Hadid, Al-Qital, Ath-Thalaq, Al-Hasyr, An-Nur, Al-Haj, Al-Munafiqun, Al-Mujadalah, Al-Hujurat, At-Tahrim, At-Taghabun, Ash-Shaf, Al-Jum'at, Al-Fath, Al-Maidah, At-Taubah dan An-Nashr (1).
Minggu, 27 Desember 2009 0 komentar

Aktivitas Khataman Al Qur'an

Aktivitas Khataman Al Qur'an Taman Pendidikan Al Qur'an Baitus Silaturrahim Bandar Lampung. tanggal   1 Januari 2010

Membaca Surat Al Fatihah 1x
Wa haza niati "Majelis Ilmil Al Qur'an Baitus Silaturrahim" Bandar Lampung, khususon : Muhammad Anggara bin Amrullah, Muhammad Ridwan bin Sudadi, Arnez Putra Yuzi bin Zikriyadi, Dian Intakhunnisya binti Hi. Tarono, Uswatun Hasanah binti Jumanta, Indah Dwi Maharani binti Supriyanto, Irma Damayanti binti Liyanto.

Allahumma inna nas-aluka hijaban walqobul, wa safaah, wa salamah, wa sehah, wa afiah, wakhustil maghosal fiddunya wa darry wal akhiroh, wa bita saleh iman, wa islam, wal maghfiroh bil khoir wal barokah. Alfatihah...

Bismillahi Rohmani Rohim
Alhamdu lillahi robbal 'alamin, Hamdasy Syakirin, Hamdar Rohimin, Hamdar Rozikin, Hamdaz Zakirin, Hamday yuwafi nikmahu wayu kafi mazidah, Ya Robbana lakalhamdu kama yambaghi lijalali wajhikal karim, wa azimi sultonik.

Allahumma soli ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad, Sholatan tunjina biha min jami-il ahwali wal afat, wa taqdi lana biha min jami-il hajat, wa tuthohiruna biha min jami-is sayi'at, watarfauna biha min jami-il 'ala darojat, wa tubalighuna biha aksol ghoyat min jami-il khoirot, innaka 'ala kulli syaing qodir.

Robbana afrigh 'alayya shobron,wa sabbit aqdamaana waashurnaa 'alal qoumil kafirin, Robbana la tuzigh quluubanaanba'da is hadaytana wa hablana min ladunka rohmatan innaka antal wahab, Allahumma sabitna an azila wahdina an adhilla, Allahumma kamaa hulta bayna wa bayna wa qolbina, fahul bayna wa baynasy syaithoni wa 'amailihi. Allahumma inna as-aluka nafsan muthma'innah, tukminu biliqo'ika wa tardhoo biqodhoo'ika wa taqna'u bi'athoo'ika.

Ya Aziz - ya Ghofar, ya Karim - ya Satar, Ya Rohim - ya Jabbar...

Maha benar Allah yang Maha Agung, dan RosulNya Nabi yang mulia dan kami bersaksi atas kebenaran hal tersebut. Ya Rabb kami, terimalah amalan kami, karena sesunggguhnya Engkau maha mendengar dan maha mengetahui.

Ya Allah anugerahkanlah kepada kami kenikmatan/kemanisan bagi tiap2 hurup dari Al Qur’an, dan balasan bagi tiap2 juz dari Al Qur’an. Ya Allah jadikanlah hurup alif sebagai kelembutan, hurup ba barokah, ta taubah, tsa pahala, jim kecantikan, ha hikmah, kha kebaikan, dal dalil/petunjuk, dza kecerdasan, ra rahmah, za kesucian, sin kebahagiaan, syin syifaa/obat, shad kebenaran, dho cahaya, tho ketenangan, dzo keluasan, `ain ilmu, gho kekayaan, fa kemenangan, qo kedekatan, qaf kemuliaan, lam kelembutan, mim nasehat, nun cahaya, wa wushlah/sarana, ha petunjuk, ya keyakinan.

Yaa Allah berikanlah kami manfaat dengan Al Qur’an yang agung dan tinggikanlah derajat kami dengan ayat2nya dan terimalah bacaan kami dan maafkanlah segala kesalahan, kelupaan, perubahan kalimat dari tempatnya, mengawalkan atau mengkahirkan, penambahan atau pengurangan, penafsiran yang tidak sesuai denga apa yang Engkau turunkan, keraguan atau sahwun, sui ilhanin, dan terburu2 ketika tilawah, kemalasan atau kesesatan lidah, waqof (berhenti) bukan pada tempatnya, mengidghomkan (mendengungkan bacaan) yang bukan idghom, mengidzharkan (bacaan tanpa dengung) yang bukan idzhar, madd (memanjangkan bacaan), mentasydid, hamzah, atau sukun, i’rab yang bukan pada tempatnya, atau kurangnya rasa cinta dan senang terhadap ayat2 yang memberi berita gembira, dan kurangnya rasa takut ketika membaca ayat2 ancaman, maka ampunilah kami ya Allah, dan jadikanlah kami sebagai oarang yang syahid.

Ya Allah terangilah hati kami dengan Al Qur’an, dan hiasilah akhlak kami dengan Al Qur’an, jauhkanlah kami dari api neraka dengan Al Qur’an, masukkanlah kami ke surgamu dengan Al Qur’an. Jadikanlah Al Qur’an sebagai teman di dunia, di dalam kubur sebagai penerang/teman , cahaya di atas titian (shirath), dan teman di dalam surga, dan penghalang dan hijab dari api neraka, sebagai petunjuk untuk segala kebaikan dan tetapkanlah kami dlm kesempurnaan , anugrahkan kepada kami kemudahan dlm mengamalkan Al Qur’an dgn hati dan lisan, senantiasa cinta kpd kebaikan, kebahagiaan, kegembiraan atau keindahan iman. Dan sholawat dan salam yg senantiasa tercurah kpd junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dan para sahabat atas kebaikan akhlaq dan kelembutan budi pekertinya di atas cahaya arsy.

Amien yaa Rabbal ‘Alamien.
0 komentar

20 Sifat Wajib Dan Mustahil Bagi Allah

1. Wujud
Wujud artinya “ada” , maka mustahil Allah bersifat “tiada”. Dalilnya firman Allah dalam Al-Qur’an ( Qs As-Sajadah : 4 ). Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy [1188]. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa'at [1189]. Maka apakah kamu tidak memperhatikan? [1188] bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya. [1189] Syafa'at : usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.

2. Qidam
Qidam berarti “ Dahulu “ yakni ada tanpa awal dan akhir, maka mustahil Allah didahului oleh makhluk lain. Dalalinya firman Allah subhanahu wata'la ( Qs. Al-Hadid :3 ). Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin  [1452]; dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. [1452] yang dimaksud dengan: yang Awal ialah, yang Telah ada sebelum segala sesuatu ada, yang Akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yang Zhahir ialah, yang nyata adanya Karena banyak bukti- buktinya dan yang Bathin ialah yang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.

3. Baqo’
Baqo’ berarti “kekal” maka mustahil Allah bersifat “fana” atau binasa. Dalilnya firman Allah swt ( Qs. Ar-Rahman :27 ) Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

4. Mukhoolafatul lil hawaadist
Artinya bahwa Allah tidak sama dengan yang baru ( alam/makhluk). Jadi mustahil Allah bersifat sama dengan yang baru itu. Dalilnya firman Allah SWT (Qs. Asy-Syuuro: 11 ). (dia) Pencipta langit dan bumi. dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.

5. Qiyamuhu Binafsih
Artinya Allah berdiri sendiri, tidak membutuhkan pertolongan dari makhluk Nya. Jadi mustahil bahwa Allah tidak berdiri sendiri atau membutuhkan pertolongan makhluk lain. Dalilnya Firman Allahsubhanahu wata'la ( Qs. Al-Ankabuut : 6 ). Dan barangsiapa yang berjihad, Maka Sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

6. Wahdaniyah
Wahdaniyah berarti bahwa Allah bersifat “esa” dan tidak berbilang. Jadi mustahil Allah berbilang atau mempunyai jumlah tertentu. Dalilnya firman Allah SWT . Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa.

7. Qudrat
Qudrat berarti bahwa Allah Maha Kuasa, jadi mustahil Allah bersifat lemah atau tidak kuasa. Dalilnya firman Allah SWT ( Qs. Al-Baqarah : 20 ). Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.

8. Irodat
Irodat berarti bahwa Allah berkehendak segala sesuatu atau bahwa Allah maha berkeinginan atas segala sesuatu. Jadi mustahil Allah terpaksa. Dalilnya firman Allah subhanahu wata'la ( Qs. Al-Buruuj : 16 ). Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.

9. Ilmu
Ilmu berarti bahwa Allah Maha mengetahui atas segala sesuatu. Jadi mustahil Allah bersifat bodoh atau tidak tahu. Dalalnya firman Allah subhanahu wata'la ( Qs. An-Nisa : 176 ). Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah)[387]. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, Maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudara-saudara laki dan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu. [387] kalalah ialah: seseorang mati yang tidak meninggalkan ayah dan anak.

10. Hayat
Hayat artinya Hidup, yakni bahwa Allah Maha Hidup dan mustahil mati. Dalilnya firman Allah subhanahu wata'la ( Qs. Al-Furqoon : 58 ). Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya.

11. Sama’
Sama’ artinya Maha Mendengar, maka mustahil Tuli. Dalilnya ( Qs. An-Nuur : 60 ). Dan perempuan-perempuan tua yang Telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian[1050] mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Bijaksana. 1050] Maksudnya: Pakaian luar yang kalau dibuka tidak menampakkan aurat.

12. Bashar
Bashar artinya Maha Melihat, maka mustahil Buta. Dalilnya ( Qs Al-Hujuroot : 18 ). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

13. Kalam
Kalam artinya berkata-kata atau bercakap-cakap, maka mustahil bisu atau tidak berbicara. Dalilnya ( Qs. An-Nisa :164 ). Dan (Kami Telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh Telah kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak kami kisahkan tentang mereka kepadamu. dan Allah Telah berbicara kepada Musa dengan langsung[381]. [381] Allah berbicara langsung dengan nabi Musa a.s. merupakan keistimewaan nabi Musa a.s., dan Karena nabi Musa a.s. disebut: Kalimullah sedang rasul-rasul yang lain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. dalam pada itu nabi Muhammad s.a.w. pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam hari di waktu Mi'raj.

14. Qoodirun
Artinya Maha kuasa, maka mustahil Allah lemah atau tidak kuasa. Dalilnya dama dengan sifat Qudrat.

15. Muriidun
\Artinya yang maha Menentukan, maka mustahil Allah terpaksa. Dalilnya sama dengan dalil sifat Irodat.


16. Aalimun
Artinya Maha mengetahui, maka mustahil tidak mengetahui. Dalilnya sama dengan dalil sifat Ilmu.


17. Hayyun
Artinya Maha Hidup, maka mustahil Allah mati. Dalalnya sama dengan dalil sifat ”Hayat”


18. Samii’un
Samii’un berarti bahwa Allah Maha Mendengar, maka mustahil Allah tuli tidak mendengar. Dalilnya sama dengan sifat “sama”. Allah melihat semu aperbuatan hamba. Oleh karena itu orang yang beriman harus menjaga tingkah laku dan perbuatannya dari perbuatan buruk atau maksiat.


19. Bashiirun
Bashiirun berarti bahwa Allah Maha Melihat, maka mustahil Allah bersifat Buta . dalilnya sama dengan dalil sifat “Bashor”


20. Mutakallimun
Mutakallimun berarti bahwa Allah maha berbicara, maka mustahil Allah bisu. Dalilnya sama dengan sifat ”kalam”.

Jumat, 28 Agustus 2009 0 komentar

Kultum Ramadhan

Assalamu alaikum wr. wb. 

Alhamdulillahi robbal ‘alamin. Alhamdulillahi kasiro toyiban mubarokah fi kulli hal. Asyhadu ala ilaaha ilallaah wa asyhadu anna Muhammad darosulullah. Allahumma salli `ala muhammadin nabiyyi ummiyyi wa`ala ali muhammad, kama sallayta `ala ibrahima wa `ala ali ibrahim, wabarik `ala muhammadin nabiyyi ummiyyi wa`ala ali muhammad, kama barakta `ala ibrahima wa`ala ali ibrahim, innaka hamidun majid. 

Bapak-bapak dan ibu-ibu jemaah solat Ashar, yang dimuliakan Allah. 

Hadits Nabi Muhammad saw; Dari Umar rodhiyAllahu’anhu, beliau berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk di dekat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. 

Kemudian ia duduk di hadapan Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata: ”Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.” Kemudian Rosulullah shollallahu’alaihi wasallam menjawab: ”Islam yaitu: hendaklah engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Allah jika engkau mampu mengerjakannya.” Orang itu berkata: ”Engkau benar.” Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya. 

Orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman”. Rosulullah shollallahu’alaihi wasallam menjawab: Iman adalah ”Hendaklah engkau beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk. Orang tadi berkata: ”Engkau benar.

Lalu orang itu bertanya lagi: ”Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.” Baginda Rosulullullah menjawab Ihsan : “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.

Orang itu berkata lagi: ”Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat.” (Beliau) mejawab: “Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.” Orang itu selanjutnya berkata: ”Beritahukanlah kepadaku tanda-tandanya.” (Beliau) menjawab: ”Apabila budak melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.”

Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya. Lalu Nabi Muhammad shollAllahu ’alaihi wasallam bersabda: ”Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu ?”. Aku menjawab: ”Allah dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui.” Lalu beliau bersabda: ”Dia itu adalah malaikat Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (Hadits Riwayat Muslim).

Kedudukan Hadits Materi hadits ke-2 ini sangat penting sehingga sebagian ulama menyebutnya sebagai “Induk sunnah”, karena seluruh sunnah berpulang kepada hadits ini. Aspek Kajian Hadist Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan mencakup keduanya. Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam (dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin. 

Ahlussunnah menetapkan kaidah bahwa jika istilah Islam dan Iman disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki pegerttian sendiri-sendiri, namun jika disebutkan salah satunya saja, maka mencakup yang lainnya. Iman dikatakan dapat bertambah dan berkurang, namun tidaklah dikatakan bahwa Islam bertambah dan berkurang, padahal hakikat keduanya adalah sama. Hal ini disebabkan karena adanya tujuan untuk membedakan antara Ahlussunnah dengan Murjiáh. Murjiáh mengakui bahwa Islam (amalan lahir) bisa bertambah dan berkurang, namun mereka tidak mengakui bisa bertambah dan berkurangnya iman (amalan batin). Sementara Ahlussunnah meyakini bahwa keduanya bisa bertambah dan berkurang. 

Istilah Rukun Islam dan Rukun Iman

Istilah “Rukun” pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami dien. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi. Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada. 

Demikianlah semestinya kita memahami dien ini dengan istilah-istilah yang dibuat oleh para ulama, namun istilah-istilah tersebut tidak boleh sebagai hakim karena tetap harus merujuk kepada ketentuan dien, sehingga jika ada ketidaksesuaian antara istilah buatan ulama dengan ketentuan dien, ketentuan dien lah yang dimenangkan. 

Batasan Minimal Sahnya Keimanan 
  1. Iman kepada Allah. Iman kepada Allah sah jika beriman kepada Rububiyyah-Nya, uluhiyyah-Nya, dan asma’ dan sifat-Nya; 
  2. Iman kepada Malaikat. Iman kepada Malaikat sah jika beriman bahwa Allah menciptakan makhluk bernama malaikat sebagai hamba yang senantiasa taat dan diantara mereka ada yang diperintah untuk mengantar wahyu; 
  3. Iman kepada Kitab-kitab. Iman kepada kitab-kitab sah jika beriman bahwa Allah telah menurunkan kitab yang merupakan kalam-Nya kepada sebagian hambanya yang berkedudukan sebagai rasul. Diantara kitab Allah adalah Al-Qurán; 
  4. Iman kepada Para Rosul. Iman kepada para rasul sah jika beriman bahwa Allah mengutus kepada manusia sebagian hambanya mereka mendapatkan wahyu untuk disampaikan kepada manusia, dan pengutusan rasul telah ditutup dengan diutusnya Muhammad shallallaahu álaihi wa sallam; 
  5. Iman kepada Hari Akhir. Iman kepada Hari Akhir sah jika beriman bahwa Allah membuat sebuah masa sebagai tempat untuk menghisab manusia, mereka dibangkitkan dari kubur dan dikembalikan kepada-Nya untuk mendapatkan balasan kebaikan atas kebaikannya dan balasan kejelekan atas kejelekannya, yang baik (mukmin) masuk surga dan yang buruk (kafir) masuk neraka. Ini terjadi di hari akhir tersebut; 
  6. Iman kepada Taqdir. Iman kepada taqdir sah jika beriman bahwa Allah telah mengilmui segala sesuatu sebelum terjadinya kemudian Dia menentukan dengan kehendaknya semua yang akan terjadi setelah itu Allah menciptakan segala sesuatu yang telah ditentukan sebelumnya. Demikianlah syarat keimanan yang sah, sehingga dengan itu semua seorang berhak untuk dikatakan mukmin. Adapun selebihnya maka tingkat keimanan seseorang berbeda-beda sesuai dengan banyak dan sedikitnya kewajiban yang dia tunaikan terkait dengan hatinya, lisannya, dan anggota badannya.
Makna Ihsan 

Sebuah amal dikatakan hasan cukup jika diniati ikhlas karena Allah, adapun selebihnya adalah kesempurnaan ihsan. Kesempurnaan ihsan meliputi 2 keadaan: Maqom Muraqobah yaitu senantiasa merasa diawasi dan diperhatikan oleh Allah dalam setiap aktifitasnya, kedudukan yang lebih tinggi lagi. Maqom Musyahadah yaitu senantiasa memperhatikan sifat-sifat Allah dan mengaitkan seluruh aktifitasnya dengan sifat-sifat tersebut. Sebenarnya Ihsan adalah bagian langsung dari agama Allah yang diajarkan oleh Malaikat Jibril. Ia tidak semestinya dipisahkan dari bagian-bagian lain, apalagi diabaikan. Kalau rukun islam dan rukun iman telah kita laksanakan mengapa rukun ihsan tidak kita laksanakan. 

Subhana kallahumma, wa bihamdika, asyhadu allah ilaaha illa anta, astaghrifuka wa atuubu ilaik. Billahi taufiq walhidayah, wassalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh. 

Bandar Lampung, 27 Agustus 2009

Amar'lubai
0 komentar

Sholat Berjama'ah

Sebagian ulama berpendapat, sholat berjama'ah itu adalah fardhu 'ain. Sebagian lagi berpendapat bahwa shalat berjama'ah itu adalah fardhu kifayah dan sebagian lagi berpendapat sunnat muakkad (sunat yang diutamakan). Sholat lima waktu bagi laki-laki, berjama'ah di masjid lebih baik daripada di rumah, kecuali sholat sunnat, maka di rumah lebih baik. Bagi perempuan sholat di rumah lebih baik karena lebih aman bagi mereka. Sabda Rasulullah sholallaahu 'alaihi wassalam : Hai Manusia sholatlah kamu di rumah masing-masing, sesungguhnya sebaik-baik sholat adalah sholat seseorang di rumahnya, terkecuali shalat lima waktu maka di masjid lebih baik. (HR. Bukhari dan Muslim). Sabda Rasulullah sholallaahu 'alaihi wassalam : Janganlah kamu larang perempuan-perempuan ke masjid, walaupun rumah mereka lebih baik bagi mereka buat beribadah. (HR. Abu Daud).

Susunan Makmum
Kalau makmum hanya seorang, hendaklah ia berdiri di sebelah kanan imam. Sedangkan jika dua orang atau lebih supaya di belakang imam. Sabda Rasulullah sholallaahu 'alaihi wassalam : Dari Jabir bin Abdullah berkata bahwa pada suatu ketika Nabi Muhammad sholallaahu 'alaihi wassalam sholat maghrib, maka saya datang lalu berdiri di sebelah kirinya, maka beliau mencegah aku dan menjadikan aku di sebelah kanannya, kemudian datang temanku, maka kami berbaris di belakangnya. (HR. Abu Dawud).

Masbuq
Masbuq yaitu orang yang mengikuti kemudian, ia tidak sempat membaca fatihah bersama imam pada raka'at pertama. Hukumnya, jika ia takbir sewaktu imam belum ruku', hendaklah ia membaca Al Fatihah seberapa mungkin. Apabila imam ruku' sebelum habis Fatihahnya, maka hendaklah ia ruku' pula mengikuti imam. Atau di dapatinya imam sedang ruku', maka hendaklah ia ruku' pula. Apabila masbuq mendapati imam sebelum ruku' atau sedang ruku' dan ia dapat ruku' yang sempurna bersama imam, maka ia mendapat satu raka'at, berarti sholatnya itu terhitung satu raka'at. Kemudian ditambah kekurangan raka'atnya jika belum cukup, sesudah imam memberi salam. Sabda Rosulullah sholallaahu 'alaihi wassalam : Jika seseorang diantara kamu datang shalat sewaktu kami sujud, maka hendaklah kamu sujud, dan janganlah kamu hitung itu satu raka'at, dan barang siapa yang mendapati ruku' beserta imam, maka ia telah mendapati satu raka'at. (HR. Abu Daud)
0 komentar

Pahala Berpuasa

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Ayyaamam ma'duudaat; faman kaana minkum mariidan aw'alaa safarin fa'iddatum min ayyaamin ukhar; wa 'alal laziina yutiiquunahuu fidyatun ta'aamu miskiinin faman tatawwa'a khairan fahuwa khairulo lahuu wa an tasuumuu khairul lakum in kuntum ta'lamuun.
Artinya: (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Nampak begitu ringkas uraian firman Allah diatas. Tetapi makna antara ringkasnya pernyataan Allah ini dengan kata-kata makhluk-Nya tidaklah sama. Cukuplah bagi seorang hamba yang beriman kepada Allah Rabbul Jalil untuk meyakini akan jaminan yang diberikan ini. Sesungguhnya ibadah puasa bukanlah suatu yang membebankan, tetapi merupakan satu peluang yang diberikan oleh Allah Azza wa Jalla untuk kita mencari dan mengumpul sebanyak mungkin pahala buat bekalan dan kesenangan di negeri akhirat kelak. Sepatutnya, seorang hamba yang tulus imannya dan setia ketaatannya tidak perlu lagi bertanya apakah hikmah dan kelebihan di sebalik perintah Allah ini. 

Namun, Rasulullah sholallaahu 'alaihi wassalam tidak pernah lekang dari memberi galakan dan motivasi untuk umatnya supaya membuktikan keimanan ini dengan menjalankan perintah Allah Azza wa Jalla dengan penuh sempurna dan mengharapkan balasan yang dijanjikan. Justeru, Baginda sholallaahu 'alaihi wassalam memberikan khabar gembira untuk mereka yang berpuasa. Berbahagialah wahai orang yang berpuasa dengan perkhabaran ini: Puasa sebagai perisai. 

Di dalam satu hadits Nabi Muhammad sholallaahu 'alaihi wassalam telah menganjurkan kepada mereka yang bersangatan keinginannya untuk berkahwin, tetapi tidak mampu, supaya berpuasa. Sabda Nabi Muhammad sholallaahu 'alaihi wassalam yang bermaksud: "Wahai para pemuda! Sesiapa di antara kamu yang berkemampuan untuk kahwin, maka berkahwinlah. Sesunguhnya ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Sesiapa yang tidak mampu, maka hendaklah dia berpuasa, kerana puasa itu dapat menjadi perisai baginya". ( Riwayat al-Bukhari & Muslim). 

Selanjutnya dinyatakan oleh Rasulullah sholallaahu 'alaihi wassalam di dalam satu hadith qudsi yang bermaksud: Dari Abu Hurairah ra berkata: telah bersabda Rasulullah sholallaahu 'alaihi wassalam: "Allah subhanahu wata 'ala telah berfirman: Setiap amalan anak Adam itu baginya (ganjaran pahala yang ada hadnya), kecuali puasa, kerana sesungguhnya puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan memberikan balasannya, dan puasa itu perisai, dan apabila seseorang itu berpuasa, maka janganlah ia mengeluarkan kata-kata lucah dan tidak juga bercakap kasar. Sekiranya ada orang lain yang mengejinya atau ingin berkelahi dengannya, maka katakanlah: Sesungguhnya aku berpuasa. Dan demi jiwa Muhammad di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada haruman kasturi, untuk orang yang berpuasa itu dua kegembiraan: ketika dia berbuka, satu kegembiraan baginya, dan tatkala dia bertemu dengan Tuhannya, dia akan gembira dengan ibadah puasanya". (Riwayat al-Bukhari & Muslim). 

Di dalam hadits qudsi ini, Allah subhanahu wata 'alat menyatakan bahawa puasa mempunyai ganjaran yang sangat berganda banyaknya berbanding dengan amalan-amalan lain. Jika amalan yang lain dijanjikan ganjaran pahala sehingga tujuh ratus pahala dan lebih, tetapi bagi puasa ini hanya Allah subhanahu wata 'ala sahaja yang mengetahuinya. Tidak dinyatakan kadar pahalanya. Maka Allah subhanahu wata 'ala akan menambahkan pahala mengikut kehendak-Nya sehingga mungkin tidak dapat dihitung oleh manusia. 

Bagi orang yang berpuasa juga akan menikmati dan mengecapi dua kegembiraan; kegembiraan dunia dan kegembiraan akhirat. Bayangkan setelah sehari suntuk seseorang itu menahan diri dari lapar dan dahaga, lalu tiba saat terbenamnya matahari. Dia dapat menikmati segala juadah bagi menghilangkan lapar dan dahaganya. Inilah kegembiraan di dunia. Ada pun kegembiraan yang lebih besar dan utama adalah tatkala dia bertemu dengan Tuhannya di akhirat kelak. Detik itu, dia akan dapat melihat dan mengecapi segala ganjaran besar yang telah disediakan untuknya sebagai balasan kepada ketaatan yang telah dutunjukkan. Bau mulut orang yang berpuasa juga lebih wangi disisi Allah daripada bau kasturi pada hari akhirat. Ia menjadi tanda bahawa seseorang itu termasuk dalam golongan mereka yang berpuasa semasa di dunia dan dia berhak untuk mendapat segala balasan yang telah dijanjikan. 

Al-Rayyan untuk orang yang berpuasa. Al-Rayyan adalah salah satu pintu syurga. Ia disediakan hanya untuk mereka yang berpuasa. Daripada Sahl bin Said r.a, bahawa Nabi sholallaahu 'alaihi wassalam bersabda bermaksud: "Sesungguhnya di dalam syurga itu ada satu pintu yang dinamakan al-Rayyan, orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat, tidak akan masuk seorang pun selain daripada mereka (yang berpuasa), apabila telah masuk orang yang berpuasa, pintu ini akan ditutup, maka tidak dapat masuk seorang pun yang lain melalui pintu ini". (Riwayat al-Bukhari & Muslim). 
 
;